Gemadesa, Kabupaten Semarang - Kurun waktu musim kemarau akhir-akhir ini hampir memasuki -+5 bulan sangat berdampak nyata terhadap kehidupan masyarakat, terutama soal kebutuhan bahan pokok dan sayuran. Dari hal tersebut secara langsung berdampak bagi kelonjakan harga yang sangat signifikan.
Diketahui dari hasil survai dilapangan saat ini banyak para petani mengalami masa paceklik. Dimana banyak lahan-lahan produktif dan irigasi mengalami kekeringan. Disamping itu adanya faktor peralihan fungsi dari lahan produksi ke lahan properti.
Menurut Kadispertanbuhut kab.Semarang, Urip Triyogo Kabupaten Semarang saat menghadiri panen raya yang dibuka oleh Pangdam IV/Diponegoro, Mayjend Jaswandi, Senin (07/09/2015) didaerah tetorial Koramil 08 / Suruh, tepatnya di Dusun Boro Kidul, Desa Kedung Ringin Kecamatan Suruh Kabupaten Semarang.menyatakan, ditilik dari itu pada dasarnya demikian.
Namun dari itu kami tetap melakukan intensitas, yang tentunya dalam kapasitasnya dalam menstabilkan atas kelonjakan harga kebutuhan pokok dan sayuran bagi masyarakat. “Tentunya intensitas kapasitasnya yang dilakukan akan bekerjasama dengan pihak dinas terkait yang lainnya, seperti dinas perdagangan,” jelasnya singkat.
Dari pernyataan Kadispertanbuhut kab.Semarang tersebut juga diperkuat Pangdam IV/Diponegoro saat dalam acara pembukaan panen raya. Dimana Pangdam meminta dan menghimbau pada para petani untuk tetap terus mengelola, menjaga dan membudidayakan tanah miliknya yang produtif. Dan jangan sampai dijual. “Jika tanah petani yang produtif untuk lahan padi sampai dijual, tentunya beras menjadi langka dan kita tidak bisa makan beras dari hasil petani kita. Termasuk juga tanah produktif untuk tanaman sayuran maupun buah-buahan,” tutur Pangdam sambil tersenyum.
Pangdam menambahkan bahwa saya selaku panglima terus mengupayakan dan memerintahkan kepada jajaran TNI baik Koramil, Kodim dan Korem senantiasa berkomitmen mengawal dan mendampingi atas apa yang telah menjadi program pemerintah, yakni ‘Program Ketahanan Pangan’, baik pusat sampai ke pemerintah kabupaten/kota. “Oleh karena itu, guna membantu memperlancar sarana pengairan irigasi dilahan pertanian,
maka kerjasama antara TNI, Dispertanbuhut dan petani selalu dikomunikasikan. Dan hal ini, agar para petani mampu meningkatkan produksinya,” jelas Panglima Mayjend Jaswandi mengakhiri pembicaraannya.
Hasil Panen Raya
Dari hasil panen raya yang dilakukan pada lahan seluas -+50 Ha di daerah Suruh yang awalnya diperkirakan untuk perHektarnya hanya -+6,2-6,4 ton, namun ternyata terjadi peningkatan 8,2-8,6 ton/Ha. Dan untuk totalnya -+410,0 ton (-+8,2×50). Hal ini berarti kapasitas beras untuk daerah setempat meningkat .
Nilai harga jual beras dari hasil tersebut, kisaran standart Bulog Jateng antara 9.750-10.000 Rupiah/Kg. Sedangkan standart harga pasar antara 10.000 (terendah) menjadi kisaran harga Rp.12.000 – Rp.13.000/Kg.
(MTM/GM-N/GD/Media Network Jateng)

MT Mudjaki , Profesional Jurnalis asli semarang . Banyak meluangkan waktunya untuk berburu berita dan menulis terutama berita seputar pedesaan dan potensinya.
|
Tomorrow
541Asia/Jakarta002015k
10%
Clear
Sunshine along with some cloudy intervals. High 34C. Winds ENE at 15 to 30 km/h.
|
|
|
Thursday
541Asia/Jakarta002015k
10%
Clear
Sunny skies. High near 35C. Winds ENE at 15 to 30 km/h.
|
